Peran Komunikasi sangat berperan dalam Revolusi Industri 4.0

Assalamualaikum

Komunikasi dalam keluarga sangat berperan dan penting banget karena dengan adanya komunikasi dalam keluarga anak pun terbuka dan dapat bertukar pikiran dengan orangtua atau saudara kandung lainnya. Banyak hal dan permasalahan terjadi dalam kehidupan sehari-hari pada zaman now membicarakan apapun pasti lewat smartphone bukan lagi bertatap muka atau face to face. Contohnya pernah kejadian dengan salah satu teman lamaku 5 tahun silam dia berpacaran karena keduanya jarang komunikasi langsung hanya via HP maklum LDR, pacaran hampir 3 tahun karena komunikasi langsung jarang seringkali terjadi miss Communications dan efeknya pas dia putus lewat WA dan berakhir begitu saja karena hal sepele jarang ketemu atau komunikasi jarang banget dan putus pun lewat WA. 


Foto bersama dengan blogger 

Apalagi sekarang zamannya serba online atau gadget holic yang dimana komunikasi lewat aplikasi via WA, line, skype atau massager.  Dampak positif dan negatif dengan teknologi di era industri 4.0 ini banyak.

Contoh hal kecil dampak negatif terjadi juga penggunaan smartphone pada keponakanku yang dimana usia 4 tahun hampir setiap hari yang ditanyakan youtube kalo hpnya diambil nangis sambil meraung-raung. 

Beda halnya dampak positif terjadi di ponakanku usia 10 tahun karena dia sudah terbiasa main HP sejak SD disekolah internasional menggunakan gadget untuk keperluan sekolah dengan caranya mendesaign sebuah pola dengan gadget atau mengerjakan pritest yang disediakan oleh sekolahnya atau bisa juga menggunakan HP sendiri tetapi pada saat jam belajar tanpa menggunakan HP ,hp tersebut ditaro dilemari. 

Makin berkembangnya teknologi BKKBN sangat peduli dan mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi era revolusi Industri 4.0. Bersama blogger BKKBN mengajak dan diskusi mengenai "Pembangunan Keluarga di Era Industri 4.0 tempat di kantor BKKBN pusat lantai 3 pada tanggal 14 November 2018 membahas dan diskusi permasalahan yang lagi hangat didalam masyarakat. 

Dalam diskusi mengenai Pembangunan Keluarga di Era Industri 4.0 menghadirkan narasumber untuk membahas isu ini secara tuntas. 
1.  Bapak Dr. dr. M. Kes PKK Deputi bidang keluarga sejahtera & Pemberdayaan keluarga BKKBN. 
2. Bapak Dr. Pribudiarta Nur Sitepu MM, sekretaris kementerian pemberdayaan perempuan & perlindungan anak RI. 
3. Ibu Roslina Verauli MPsi, psikolog anak ,remaja dan keluarga.


3 narasumber beserta moderator 


Paparan Bapak Dr. Yani harus disosialisasikan kepada masyarakat mengenai pola asuh dan pola didik orangtua kepada anaknya, penyuluhan mengenai KB agar tumbuh seimbang dari kader PKK khususnya didaerah terpencil dan mensosialisasikan bagaimana revolusi Industri 4.0 didalam keluarga dan BKKBN meminta masyarakat mendukung program ini agar masyarakat Indonesia lebih cerdas  berakarkter dan tidak mudah berpengaruh dalam hal-hal negatif.

Family 4.0 yang dibuat oleh BKKBN adalah sebuah platform gerakan yang dapat mengarahkan semua pihak yang terkait dalam pembangunan keluarga untuk berkolaborasi menghasilkan output dan outcome keluarga berkualitas yang terukur dengan waktu yang relatif cepat dengan mengadaptasi semangat perubahan dari revolusi industri 4.0.

Bapak Dr.Pribudiarta Kementrian pemerbedayaan perempuan dan perlindungan anak RI juga memaparkan bahwa era revolusi Industri 4.0 ini makin menjadi seperti anak-anak milenial ketika ditanya ingin menjadi apa kalo sudah besar dan anak tersebut menjawab ingin menjadi youtuber karena anak bayi 6 bulan saja sudah mengerti HP oleh karena itu yang disampaikan oleh Bpk. Pribadi peran keluarga sangat berperan dalam hal memberikan contoh atau mendidik tanpa teknologi. Beliau juga memaparkan kesadaran remaja masih rendah mengenai pembangunan dalam keluarga olehkarena itu tingkat perceraian makin tinggi dan hubungan seks pranikah makin meningkat karena kurangnya komunikasi dalam keluarga atau kurangnya perhatian oleh orangtuanya kepada anaknya.  



Bapak Dr. Pribudiarta

Yang terakhir ibu Verauli Psikolog yang memberikan penjelasan tentang Making Indonesia Family 4.0, apakah termasuk keluaraga The Simphson family (yang memiliki keluarga penuh drama),  keluarga Incredibles Family ( keluarga yang penuh prestasi) , keluarga cemara (keluarga yang selalu akur makan ga makan asal ngumpul dan harmonis)  atau yang terakhir keluarga si doel? (Keluarga yang selalu kompak) .

Kalian keluarga yang mana? 

Kalo aku keluarga cemara yang selalu diterapkan oleh keluarga,  saling membantu apabila saudara ada kesulitan. Peranan orangtua juga sangat penting dalam membentuk anak-anak didalam keluarga apalagi revolusi Industri 4.0 harus mengetahui cara memiliki keluarga sehat dan bahagia.  Ibu Vera memberikan 3 tips antara lain:  

1. Family Cohesion :  kedekatan antara sesama anggota keluarga. 
2. Family Flexibility : keluarga yang mampu beradaptasi dan ingin berubah. 
3. Family communication:  keluarga yang sering melakukan komunikasi didalam keluarga. 

Ibu Vera yang cantik


Intinya dalam keluarga harus ada komunikasi yang baik agar tidak selalu kecanduan teknology, dengan berkumpul dimeja makan sambil mengobrol dan makan bersama. 













20 komentar:

  1. sebenarnya tidak ada yang salah dengan gadget ya, asal dikenalkan sejak dini bagaimana dan kapan boleh digunakannya. Komunikasi keluarga juga bisa tetap berjalan baik dengan bantuan gadget ditengah kesibukan yang ada.

    BalasHapus
  2. Aku sudah memperkenalkan gadget keanak
    Tapi dengan berbagai macam batasan dan sambil di awasi

    BalasHapus
  3. Yuk kita bangun keluarga harmonis di era revolusi industri 4.0 ini.

    BalasHapus
  4. Jangan lupa terus selalu mengadakan kontak dengan anggota keluarga karena keluarga adalah satuan terkecil dari negara ini

    BalasHapus
  5. semoga bisa konsisten menerapkan kebersamaan makan bersama di hari biasa nih..yukk kita kembali ke meja makan

    BalasHapus
  6. Begitulah teknologi mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Ini udah aku rasain sekarang semenjak gadget berseliweran dan games juga jadinya jarang bisa ngumpul. Kalau di grup wa keluarga aja baru deh pada bersuara.

    BalasHapus
  7. Setuju banget kadang anak-anak lebih suka mkn di dpn TV

    BalasHapus
  8. Aku pilih keluarga cemara, dan pengen bgt menjalankan konsep kembali ke meja makan agar semua anggota keluarga bisa bersama tanpa diganggu gadget

    BalasHapus
  9. keluarga cemara menjadi acuan keluarga milenial sekarang ini karena sederhana tapi harmonis dan bahagia

    BalasHapus
  10. saya keluarga mana ya? hehe.. memang setiap keluarga punya konflik sendiri. tidak ada keluarga sempurna, yang ada keluarga yang selalu berusaha menjadi terbaik di keluarganya

    BalasHapus
  11. Wah... bermanfaat sekali infonya kakak. Pokoknya komunikasi langsung itu sangat penting ya dlm keluarga

    BalasHapus
  12. Mau menjadi tipe keluarga apapun, yang terpenting keluarga tersebut bisa tetap kuat dengan berbagai tantangan, saling mengisi, dan saling memberikan fungsi. Model keluarga emang macem-macem ya mbak, tergantung karakter orang masing-masing juga. Tapi yang penting bisa saling menguatkan.

    BalasHapus
  13. Keluarga adalah segalanya, makanya komunikasi yang efektif dan hangat bikin keluarga harmonis ya :)

    BalasHapus
  14. pasti banyak keluarga yg ingin menjadi keluarga cemara. btw, setuju banget dengan konsep 3 family di atas. cohesien, flexibility and communication. thanks ulasannya.

    BalasHapus
  15. Gadget emang penting bgt untuk anak zaman now.. kasihan kalo dilarang terus jadi gaptek..hehehe.. tapi tetap ya harus dibatasi agar tidak berdampak negatif pada anak

    BalasHapus
  16. Gadget hanya sebagai alat dan alasan tetap orangtua dan keluarga lah yang membentuk gimana bakal jadinya anak anak kelak .

    BalasHapus
  17. benur ini pern komunikasi penting

    BalasHapus
  18. Bener banget nih fenomena zaman now. Anak sampai ortu kena wabah gadget holic. Semoga komunikasi keluarga tetap terjalin baik.

    BalasHapus
  19. Bener, komunikasi keluarga perannya besar sebagai kekuatan bagi individu dalam keluarga.
    Apalagi di era industri 4.0 ini

    BalasHapus
  20. Komunikasi yg utama namun hrs pula dibarengi dg sikap terbuka dan saling menghargai antar sesama anggota kel spy kel bs berjalan harmonis

    BalasHapus